- pengertian media pembelajaran
Secara sederhana,
media dapat diartikan
sebagai alat yang
berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dari sumber informasi kepada penerima informasi. Pembelajaran sebagai suatu bentuk komunikasi membutuhkan media untuk membantu menyampaikan pesan-pesan belajar kepada peserta didik.
Penggunaan media dalam pembelajaran juga dapat mencegah
agar tidak terjadi
kekeliruan persepsi dalam
memahami pesan. Lebih jauh,
penggunaan media dalam
pembelajaran dapat meningkatkan
atensi peserta didik karena media dapat membawa nuansa yang
menarik dalam pengalaman belajar peserta didik. Secara bahasa,
media berasal dari bahasa
latin, yaitu medius/medium yang
secara harfiah berarti
tengah, perantara, atau
pengantar.
Dari
pemaknaan secara harfiah tersebut, kata
media dalam pembelajaran
dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar dari sumber
pesan kepada penerima pesan. Menurut Hamijayadalam Ahmad Rohani, “media adalah
semua bentuk perantara yang dipakai
orang penyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima”. Dalam pengertian
ini media dipandang sebagai medium yang digunakan untuk
membawa suatu pesan,
dimana medium ini
merupakan jalan atau alat yang
menghubungkan antara komunikator dengan komunikan. Pendapat lain dikemukakan oleh NEA (National, Education Association) dalam Rohani sebagai
berikut: “mediaadalah segala benda yang dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakanbeserta
instrumen yang digunakan untuk
kegiatan tersebut”. pengertian ini memaknai mediasebagai sesuatu
yang dirangcang, didesain oleh guru untuk memudahkanpenyampaian informasi kepada siswa. Donald P.
Ely mengartikan media
sebagai “kegiatan yang
dapat menciptakan suatu kondisi, sehingga memungkinkan peserta
didik dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan
sikap yang baru”.
Dari penjelasan-penjelasan yang
dikemukakan di atas
dapat dipahami bahwa pada
prinsipnya media merupakan
sarana yang didesain
secara khusus untuk kepentingan
belajar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian
media adalah segala sarana
belajar yang tersedia
yang dapat membantu
menyalurkan pesan dari sumber informasi kepada penerima informasi. Adapun
pengertian pembelajaran menurut
Sudana Degeng adalah “upaya untuk membelajarkan siswa”. Dalam pengertian
ini secara implisit
menjelaskan bahwa dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk
mencapai hasil pembelajaran yang diingingkan. Lebih lanjut, Gagne
dalam Alwi Suparman
mengatakan bahwa sistem instruksional adalah
“suatu peristiwa
yang mempengaruhi siswa sehingga terjadi
proses belajar”. Peristiwa pembelajaran
dimaksud mungkin digerakan oleh pengajaratau
mungkin juga digerakkan
oleh mahasiswa itu
sendiri dengan menggunakan
berbagai sumber belajar yang direncanakan secara sistematik. Sejalan dengan
pengertian di atas,
Miarso mengartikan pembelajaran
sebagai suatu “intervensi
dengan tujuan terjadinya
belajar”. Intervensi yang dimaksud
adalah segala perlakuan
yang diberikan oleh guru, baik
itu materi maupun
metode sebagai upaya
dalam mensiasati kegiatan
pembelajaran. Dalam konteks
ini, pembelajaran dimaknai sebagai
interaksi antara siswa
yang belajar dengan
guru yang memberikan
informasi belajar. Dengan
demikian, maka pengertian
pembelajaran tidak hanya
berhubungan dengan kegiatan
siswa dala mendapatkan
pengalaman belajar, tetapi juga terdapat kegiatan guru dalam mengiformasikan serta memberi pengalaman
belajar kepada siswa. Reigeluth
seperti dikutip oleh
Hamzah Uno mengklasifikasi tiga
variabel penting dalam
pengertian pembelajaran, yaitu:”a.ariabel Kondisi
Pembelajaran, b.Variabel Metode Pembelajaran, dan c.Variabel Hasil Pembelajaran”.Variabel kondisi sangat mempengaruhi efek
metode dalam meningkatkan
hasil pembelajaran, variabel
metode merupakan cara - cara
yang berbeda untuk
mencapai hasil pembelajaran
yang berbeda dibawah
kondisi berbeda, serta variabel
hasil merupakan semua efek yang dapat
dijadikan sebagai indikator tentang
nilai dari penggunaan metode pengajaran dibawah kondisi yang berbeda.
Dengan
demikian dapat disimpulkan
bahwa pembelajaran merupakan
upaya menciptakan suatu kondisi belajar dengan perlakuan yang sistematik yaitu terarah dan terencana dalam rangka
mencapai hasil pembelajaran yang maksimal.
Berdasarkan pengertian
media dan juga
pembelajaran seperti telah
diuraikan di atas,
dapat disintesiskan bahwa media pembelajaran
adalah media yang digunakan dalam
proses instruksional (pembelajaran),
untuk mempermudah pencapaian tujuan instruksional
yang lebih efektif
dan memiliki sifat
yang mendidik. Secara
inplisit, pemanfaatan media
pembelajaran harus dilakukan dengan
kreatif dan berdasarkan
prinsip - prinsip belajar yang berorientasi pada proses
dan siswa. Artinya pemanfaatan media pembelajaran untuk meningkatkan pembentukan
pengalaman -pengalaman
siswa, sehingga pada
diri mereka terjadi
perubahan - perubahan yang relatif
permanen baik aspek
kognitifnya, afektif, maupun psikomotoriknya.
Asnawir mengemukakan beberapa petimbangan yang perlu diperhatikan oleh
seorang guru dalam memilih
media yang akan digunakan
dalam pembelajaran di kelas,
antara lain:
1). Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen utama yang harus diperhatikan dalam
memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional,
spesifik, dan benar-benar tergambar
dalam bentuk perilaku (behavior).
2). Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam
memilih media. Sesuai
atau tidaknya antara materi dengan media
yang digunakan akan berdampak
pada hasil pembelajaran siswa.
3). Kondisi audien
(siswa) dari segi
subjek belajar menjadi
perhatian yang serius
bagi guru dalam
memilih media yang sesuai dengan
kondisi anak. Faktor
umur, intelegensi, latar
belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam
memilih media pengajaran.
4). Ketersediaan media
di sekolah atau memungkinkan bagi guru
mendesain sendiri media
yang akan digunakan
merupakan hal yang
perlu menjadi pertimbangan seorang guru. Sering kali suatu
media dianggap tepat untuk digunakan di
kelas akan tetapi
di sekolah tersebut
tidak tersedia media atau peralatan
yang diperlukan, sedangkan untuk
mendesain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut
tidak mungkin dilakukan oleh guru.
5). Media yang
dipilih seharusnya audien
(siswa) secara tepat
dan berhasil guna,
dengan kata lain
tujuan yang ditetapkan
dapat dicapai secara optimal.
6) Biaya yang
akan dikeluarkan dalam
pemanfaatan media harus
seimbang dengan hasil
yang akan dicapai.
Pemanfaatan media yang
sederhana mungkin lebih
menguntungkan daripada menggunakan
media yang canggih (teknologi
tinggi) bilamana hasil
yang dicapai tidak sebanding
dengan dana yang dikeluarkan.
Apa yang
dikemukakan oleh Asnawir
di atas sangat
penting untuk dipertimbangkan oleh
guru sebelum melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media
tertentu. Diantara yang
terpenting dari prinsip-prinsip di atas
adalah bahwa penggunaan
media harus selaras/sejalan dengan
tujuan yang ingin dicapai,
relevan dengan materi
pelajaran, dan juga
sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
2.
Klasifikasi Media Pembelajaran
Para ahli banyak
mengemukakan klasifikasi media pembelajaran dalam berbagai perspektif, baik dilihat dari
sifatnya, jangkauan, bahkan juga dilihat dari
teknik pemakaiannya. Berdasrarkan
sifatnya, media pembelajaran dapat dikategorikan
sebagai berikut:
1) Medi
a audutif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio
dan rekaman suara.
2) Media visual,
yaitu media yang
hanya dapat dilihat
saja, tidak mengandung unsur
suara. Yang termasuk
ke dalam media
ini adalah film slide,
foto, transparansi, lukisan,
gambar, dan berbagai
bentuk bahan yang dicetak seperti
media grafis.
3) Media
audiovisual, yaitu jenis
media yang selain
mengandung unsur suara
juga mengandung unsur
gambar yang dapat
dilihat, seperti rekaman video,
berbagai ukuran film,
slide suara, dan
lain sebagainya. Kemampuan
media ini dianggap
lebih baik dan
lebih menarik, sebab mengandung
unsur jenis media yang pertama dan kedua.
Dilihat dari
kemampuan jangkauannya, media
pembelajaran dapat dikategori kan dalam dua jenis, yaitu:
1)
Media
yang memiliki daya
input yang luas
dan serentak seperti
radio dan telivisi. Melalui media ini
siswa dapat mempelajari
hal - hal atau kejadian - kejadian yang aktual secara
serentak tanpa harus menggunakan ruangan
khusus.
2) Media yang mempunyai daya input yang
terbatas oleh ruang dan waktu, seperti
film slide, film video, dan lain sebagainya.
Selain dua kategorisasi di atas, ada
pula pembagian media berdasarkan teknik
pemakaiannya seperti dikemukakan oleh:
1) Media yang diproyeksi kan, seperti
film, slide, film strip, transparansi, dan
lain sebagainya. jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi khusus, seperti film projector untuk
memproyeksikan film, slide projector
untuk memproyeksikan film, slide projector untuk Memproye ksikan film slide, Over Head Projector
(OHP) untuk memproyeksikan transparasi.
Tanpa dukungan alat proyeksi semacam ini,
maka media semacam ini tidak akan berfungsi apa - apa
2) Media yang tidak diproyeksikan, seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan sebagain ya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa jenis - jenis media pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat, daya jangkau, maupun teknik penggunaannya. Namun jika ditelaah dari semua klasifikasi yang dikemukakan di atas, tampaknya klasifika si yang pertama (berdasarkan sifat) merupakan klasifikasi yang paling familiar dalam mengkategorikan jenis - jenis media pembelajaran,yaitu terdiri dari media auditif, media visual, dan media audio visual.
2) Media yang tidak diproyeksikan, seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan sebagain ya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa jenis - jenis media pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat, daya jangkau, maupun teknik penggunaannya. Namun jika ditelaah dari semua klasifikasi yang dikemukakan di atas, tampaknya klasifika si yang pertama (berdasarkan sifat) merupakan klasifikasi yang paling familiar dalam mengkategorikan jenis - jenis media pembelajaran,yaitu terdiri dari media auditif, media visual, dan media audio visual.
Daftar Pustaka
Rohani, A. 2007. Media Instruksional Edukatif. Jakarta, Rineka
Cipta.
Degeng, N.S 2006. Buku Pegangan Teknologi
Pendidikan, Pusat Antar
Universitas
Untuk Peningkatan dan
Pengembangan Aktivitas Insturksional. Jakarta : Kencana.
Suparman, A. 2007. Desain Instruksional, Pusat
Antar Universitas Untuk
Peningkatan dan Pengembangan
Aktivitas Instruksional. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hamzah, B. 2010. Perencanaan
Pembelajaran, Teori dan Praktek. Jakarta : Alawiyah Press.
Bagus, terus kelola blog nya dengan baik dan kontinu
BalasHapussiap, terimakasih pak
Hapusmenarik sekali intuk dipelajari saudari novi blog punya mu .
BalasHapusThnks maria
BalasHapusNice👍 terus dikelola ya kak novi blognya😊
BalasHapusBermanfaat materinya
BalasHapus