Jumat, 30 November 2018

KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN

  1. pengertian media pembelajaran
       Secara  sederhana,  media  dapat  diartikan  sebagai  alat  yang  berfungsi sebagai sarana   untuk  menyampaikan pesan dari sumber informasi kepada penerima informasi. Pembelajaran  sebagai  suatu bentuk komunikasi membutuhkan media untuk membantu  menyampaikan pesan-pesan  belajar kepada  peserta   didik. Penggunaan media dalam pembelajaran  juga   dapat  mencegah  agar  tidak  terjadi  kekeliruan  persepsi  dalam  memahami  pesan.  Lebih jauh,  penggunaan  media  dalam  pembelajaran  dapat  meningkatkan  atensi  peserta didik  karena media dapat  membawa nuansa  yang  menarik  dalam  pengalaman belajar peserta didik. Secara  bahasa,  media berasal  dari  bahasa  latin,  yaitu medius/medium  yang  secara  harfiah  berarti  tengah,  perantara,  atau  pengantar.

          Dari  pemaknaan secara  harfiah tersebut,  kata  media  dalam  pembelajaran  dapat  diartikan  sebagai perantara atau pengantar dari sumber pesan kepada penerima pesan. Menurut Hamijayadalam Ahmad Rohani, “media adalah semua bentuk  perantara yang dipakai orang penyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima”. Dalam  pengertian  ini  media dipandang sebagai  medium  yang digunakan  untuk  membawa  suatu  pesan,  dimana  medium  ini  merupakan jalan atau alat yang menghubungkan antara komunikator dengan komunikan. Pendapat lain dikemukakan oleh NEA (National, Education Association) dalam Rohani sebagai berikut: “mediaadalah segala benda yang dimanipulasikan, dilihat, didengar,  dibaca,  atau dibicarakanbeserta  instrumen yang  digunakan  untuk  kegiatan  tersebut”. pengertian  ini memaknai  mediasebagai  sesuatu   yang   dirangcang, didesain  oleh  guru   untuk  memudahkanpenyampaian informasi kepada siswa. Donald  P.  Ely  mengartikan  media  sebagai “kegiatan  yang  dapat menciptakan   suatu  kondisi, sehingga   memungkinkan   peserta   didik   dapat  memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baru”.
      
        Dari  penjelasan-penjelasan  yang  dikemukakan  di  atas  dapat dipahami bahwa pada  prinsipnya  media  merupakan  sarana  yang  didesain  secara  khusus untuk  kepentingan  belajar.  Jadi, dapat disimpulkan  bahwa  pengertian  media adalah  segala  sarana  belajar  yang  tersedia  yang  dapat  membantu  menyalurkan pesan dari sumber informasi kepada penerima informasi.  Adapun  pengertian  pembelajaran menurut Sudana Degeng adalah “upaya untuk membelajarkan siswa”. Dalam  pengertian  ini  secara  implisit  menjelaskan bahwa dalam pembelajaran terdapat kegiatan  memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diingingkan. Lebih  lanjut, Gagne  dalam  Alwi  Suparman  mengatakan  bahwa  sistem instruksional  adalah  “suatu  peristiwa  yang  mempengaruhi siswa sehingga  terjadi  proses  belajar”. Peristiwa  pembelajaran  dimaksud  mungkin  digerakan oleh  pengajaratau  mungkin  juga  digerakkan  oleh  mahasiswa  itu  sendiri  dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang direncanakan secara sistematik. Sejalan  dengan  pengertian  di  atas,  Miarso  mengartikan  pembelajaran  sebagai  suatu  “intervensi  dengan  tujuan  terjadinya  belajar”. Intervensi  yang  dimaksud  adalah  segala  perlakuan  yang  diberikan  oleh  guru,  baik  itu  materi  maupun  metode  sebagai  upaya  dalam  mensiasati  kegiatan  pembelajaran.  Dalam  konteks  ini,  pembelajaran  dimaknai  sebagai  interaksi  antara  siswa  yang  belajar  dengan   guru   yang   memberikan   informasi   belajar.   Dengan   demikian, maka  pengertian  pembelajaran  tidak  hanya  berhubungan  dengan  kegiatan  siswa  dala mendapatkan   pengalaman belajar,   tetapi juga terdapat kegiatan guru dalam  mengiformasikan serta memberi pengalaman belajar kepada siswa. Reigeluth  seperti  dikutip  oleh  Hamzah  Uno  mengklasifikasi  tiga  variabel  penting  dalam  pengertian  pembelajaran,  yaitu:”a.ariabel  Kondisi  Pembelajaran, b.Variabel Metode Pembelajaran, dan c.Variabel   Hasil  Pembelajaran”.Variabel   kondisi  sangat   mempengaruhi   efek   metode   dalam  meningkatkan  hasil  pembelajaran,  variabel  metode  merupakan  cara - cara  yang  berbeda  untuk  mencapai  hasil  pembelajaran   yang  berbeda  dibawah  kondisi  berbeda, serta variabel hasil merupakan semua  efek yang dapat dijadikan sebagai  indikator tentang nilai dari penggunaan metode pengajaran dibawah kondisi yang  berbeda.
       Dengan  demikian  dapat  disimpulkan  bahwa  pembelajaran  merupakan  upaya menciptakan suatu kondisi belajar dengan perlakuan  yang sistematik  yaitu terarah dan terencana dalam rangka mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. 
        Berdasarkan  pengertian  media  dan  juga  pembelajaran  seperti  telah  diuraikan  di  atas,  dapat  disintesiskan  bahwa  media  pembelajaran  adalah  media yang digunakan dalam proses  instruksional (pembelajaran), untuk mempermudah pencapaian  tujuan  instruksional  yang  lebih  efektif  dan  memiliki  sifat  yang  mendidik.  Secara  inplisit,  pemanfaatan  media  pembelajaran  harus  dilakukan  dengan  kreatif  dan  berdasarkan  prinsip - prinsip  belajar  yang berorientasi  pada  proses dan siswa. Artinya pemanfaatan media pembelajaran untuk meningkatkan  pembentukan  pengalaman -pengalaman  siswa,  sehingga  pada  diri  mereka  terjadi  perubahan - perubahan  yang  relatif  permanen  baik  aspek  kognitifnya,  afektif,  maupun psikomotoriknya.
          Asnawir mengemukakan  beberapa petimbangan yang perlu diperhatikan  oleh   seorang   guru   dalam  memilih   media yang   akan   digunakan   dalam  pembelajaran di kelas, antara lain:
 1). Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah  ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan  komponen utama  yang  harus  diperhatikan  dalam  memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan  benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku (behavior).
2). Aspek   materi menjadi   pertimbangan   yang  dianggap penting   dalam  memilih  media.  Sesuai  atau  tidaknya antara materi dengan  media  yang  digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa. 
3). Kondisi  audien  (siswa)  dari  segi  subjek  belajar  menjadi  perhatian  yang  serius  bagi  guru  dalam  memilih  media  yang  sesuai  dengan  kondisi  anak.  Faktor   umur,   intelegensi,   latar   belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.
4). Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi  guru mendesain  sendiri  media  yang  akan  digunakan  merupakan  hal  yang  perlu  menjadi  pertimbangan seorang guru. Sering kali suatu media dianggap tepat untuk  digunakan  di  kelas  akan  tetapi  di  sekolah  tersebut  tidak  tersedia  media  atau   peralatan   yang  diperlukan, sedangkan   untuk   mendesain   atau  merancang  suatu   media   yang  dikehendaki   tersebut   tidak   mungkin  dilakukan oleh guru.
5). Media  yang  dipilih  seharusnya  audien  (siswa)  secara  tepat  dan  berhasil  guna,  dengan  kata  lain  tujuan  yang  ditetapkan  dapat  dicapai  secara optimal.
6) Biaya  yang  akan  dikeluarkan  dalam  pemanfaatan  media  harus  seimbang  dengan  hasil  yang  akan  dicapai.  Pemanfaatan  media  yang  sederhana  mungkin   lebih   menguntungkan   daripada   menggunakan   media   yang canggih  (teknologi  tinggi)  bilamana  hasil  yang dicapai  tidak  sebanding  dengan dana yang dikeluarkan.
       Apa  yang  dikemukakan  oleh  Asnawir  di  atas  sangat  penting  untuk dipertimbangkan   oleh   guru  sebelum   melaksanakan   pembelajaran  dengan menggunakan  media  tertentu.  Diantara  yang  terpenting  dari  prinsip-prinsip  di atas  adalah  bahwa  penggunaan  media  harus  selaras/sejalan  dengan  tujuan  yang ingin  dicapai,  relevan  dengan  materi  pelajaran,  dan  juga  sesuai  dengan  tingkat perkembangan siswa.
     
      2.  Klasifikasi Media Pembelajaran
       Para ahli banyak mengemukakan klasifikasi media pembelajaran dalam  berbagai perspektif, baik dilihat dari sifatnya, jangkauan, bahkan juga dilihat dari  teknik    pemakaiannya.  Berdasrarkan    sifatnya,    media    pembelajaran    dapat  dikategorikan  sebagai berikut:
1) Medi a audutif,  yaitu media  yang hanya dapat didengar saja, atau media  yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara.

2)   Media   visual,   yaitu   media   yang   hanya   dapat   dilihat   saja,   tidak mengandung  unsur  suara.  Yang  termasuk  ke  dalam  media  ini  adalah film  slide,  foto,  transparansi,  lukisan,  gambar,  dan  berbagai  bentuk  bahan yang dicetak seperti media grafis.

3)  Media  audiovisual,  yaitu  jenis  media  yang  selain  mengandung  unsur  suara  juga  mengandung  unsur  gambar  yang  dapat  dilihat,    seperti  rekaman  video,  berbagai  ukuran  film,  slide  suara,  dan  lain  sebagainya.  Kemampuan  media  ini  dianggap  lebih  baik  dan  lebih  menarik,  sebab  mengandung unsur jenis media yang pertama dan kedua.

      Dilihat   dari   kemampuan   jangkauannya,   media   pembelajaran   dapat  dikategori kan dalam dua jenis, yaitu:

           1)      Media  yang  memiliki  daya  input  yang  luas  dan  serentak  seperti  radio  dan telivisi.  Melalui  media  ini  siswa  dapat  mempelajari  hal - hal  atau  kejadian - kejadian yang aktual  secara serentak tanpa harus menggunakan  ruangan khusus.

           2)      Media yang mempunyai daya input yang terbatas oleh ruang dan waktu,  seperti film  slide,    film  video, dan lain sebagainya.
           Selain dua kategorisasi di atas, ada pula pembagian media berdasarkan  teknik pemakaiannya seperti dikemukakan oleh:
         1)   Media yang diproyeksi kan, seperti film, slide, film strip, transparansi,  dan lain sebagainya. jenis media yang demikian memerlukan alat  proyeksi khusus, seperti film projector untuk memproyeksikan film,  slide projector untuk memproyeksikan film, slide projector untuk  Memproye ksikan film slide, Over Head Projector (OHP) untuk  memproyeksikan transparasi. Tanpa dukungan alat proyeksi semacam  ini, maka media semacam ini tidak akan berfungsi apa - apa
      2)  Media yang tidak diproyeksikan, seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan sebagain ya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa jenis - jenis media  pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat, daya jangkau, maupun  teknik penggunaannya. Namun jika ditelaah dari semua klasifikasi yang  dikemukakan di atas, tampaknya klasifika si yang pertama (berdasarkan sifat)  merupakan klasifikasi yang paling  familiar  dalam mengkategorikan jenis - jenis  media pembelajaran,yaitu terdiri dari media auditif, media visual, dan media audio visual. 

                                                           Daftar Pustaka 

              Rohani, A. 2007. Media Instruksional Edukatif. Jakarta, Rineka Cipta.
                      Degeng, N.S 2006. Buku  Pegangan  Teknologi  Pendidikan,  Pusat  Antar  Universitas
          Untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Insturksional. Jakarta : Kencana.
                       Suparman, A. 2007. Desain  Instruksional,  Pusat  Antar  Universitas  Untuk  Peningkatan   dan Pengembangan Aktivitas Instruksional. Jakarta: Universitas Terbuka.
                      Hamzah, B. 2010. Perencanaan Pembelajaran, Teori dan Praktek. Jakarta : Alawiyah Press.